Jumat, 31 Mei 2013

Astronot

:Untuk kakak perempuan saya tercinta.

 "Nak, buatlah cita-cita setinggi langit", Ayah kerap mengatakannya dulu kalimat itu padaku.
Pagi hari setelah aku memimpikan cerita Ibu tentang seorang pelukis terkenal, yang berjanji tidak akan pernah lagi mau melukis setelah mengetahui lukisan salah satu muridnya jauh lebih bagus.
Dan siangnya, kau selalu saja terlambat pulang dari sekolah, sebab masih asik bercanda gurau dengan teman priamu yang sombong karena Ayahnya seorang polisi.
Kau pernah menggantikan Ibu dalam kebiasaannya membacakan sebuah cerita padaku sebelum aku tidur,
sebab malam itu, Ibu harus pergi menjenguk suami teman arisannya yang tertembak polisi karena diduga mencopet.
Aku masih ingat cerita yang kau bacakan malam itu menjelang tidurku, tentang anjing yang begitu dekat dengan majikannya, tapi suatu saat majikannya harus pergi ke luar kota karena panggilan bisnis, mau tidak mau ia harus meninggalkan anjingnya sendiri. anjing itu merasa sangat merindukan majikannya, katamu. saking rindunya, anjing itu terus menunggu berhari-hari di sebuah stasiun tempat majikannya pergi. hingga anjing itu mati di sana.
Lihat, daya ingatku masih kuat, aku masih ingat ceritamu, kak.
Kau tentu saja tahu bahwa usiaku waktu itu masih terlalu bocah, dan berhasil mengingat cerita itu sampai sekarang, sampai usiaku kini duapuluh tahun, berarti, selama enambelas tahun aku menghafal cerita tentang anjing itu.
Ah, pasti kau akan bilang bahwa itu semua tak sebanding dengan apa yang diceritakan oleh Ayah padamu semasamu masih kecil,
tentang seorang penyair kaya yang berhasil merahasiakan penyakitnya selama limapuluh tahun agar matinya terhormat.
tentang seorang pemikir yang mengajak istrinya bunuh diri bersama karena terlalu mencinta.
tentang seorang pelukis yang memakan waktu delapanbelas tahun untuk menyelesaikan lukisannya yang hanya sepanjang lengan tangan.
tentang samudra yang mentenggelamkan benua paling besar.

Kak, aku jadi ingat kembali kata-kata Ayah dulu "Nak, buatlah cita-cita setinggi langit".
Tapi Ibu melarangku menjadi astronot.




0 Pemikiran tentang entri ini:

Posting Komentar