Waktu kecilku dulu, aku sering berlari menuju hutan, di sana kubisikkan berulang-ulang kali namamu pada pohon-pohon, mereka diam seperti memberitahuku bahwa aku sedang jatuh cinta.
tapi aku selalu meragukannya, sebab mana mungkin aku jatuh cinta kepada sesorang yang jauh lebih tua dari usiaku, pohon-pohon itu diam lagi, mereka seperti ingin memberitahuku bahwa mereka juga jatuh cinta pada tubuh yang jauh lebih tua, jauh lebih tua dari usia mereka, tanah, mereka mencintai tanahnya.
dan mereka benar, aku yakin aku telah jatuh hati kepada kau, yang lebih tua dari usiaku, seperti pohon-pohon itu yang mencintai tanahnya yang jauh lebih tua dari mereka.
Pohon-pohon itu begitu mencintai tanah kelahirannya, sampai mati-pun, sampai kau mati, aku akan mencintaimu, tak peduli kau lebih muda atau tua dariku.
Dan kini, kau hanya bisa diam oleh rentamu, dan aku masih mencintaimu, sejak kau lanjut usia, kau-pun sering duduk di hadapan jendela rumahmu.
Maksud tulisan ini sederhana, hanya ingin kau tahu, bahwa
pohon-pohon yang dulu semasa kecilku sering kubisikkan namamu, kini telah menjadi beberapa perabot dan daun jendela rumahmu.
0 Pemikiran tentang entri ini:
Posting Komentar