Aku ingat hari itu dan kau duduk di sebuah ruang
di sana aku pernah mengatakan bahwa aku ingin menjadi kaca jendela kamarmu, tetapi aku salah, jendela kamarmu tiap malam menjelang tidurmu sering kau katup, sering kau tutup. “Mengapa tidak kacamataku saja dan aku sering lupa melepaskan kacamataku saat aku tidur, jadi kau bebas menyentuh pipiku dan menatap mati mataku”.
Kau menunduk diam, dan aku kalah.
0 Pemikiran tentang entri ini:
Posting Komentar