Saya mengenal dia ketika saya sekolah dasar dulu.
Ia memiliki nama Putri, Putri sangat menggemari mata pelajaran IPA
saya diam-diam suka menatap matanya ketika ia memerhatikan keterangan ibu guru yang sedang tidak memerhatikan kami, seperti mata langit yang tak pernah ingin mati sebelum menyentuh bumi.
Putri sering tidur larut malam dan bangun kesiangan, lalu kerap terlambat tiba di sekolah, betapa tidak disiplin
yang dilakukannya hanyalah menatap langit semalaman entah merindukan pada
Putri sering menceritakan pada saya perihal cita-citanya untuk menjemput Ayahnya dilangit, Ibunya pernah menceritakan bahwa bintang-bintang adalah jelmaan orang-orang yang kita cintai namun telah pergi.
Dulu, pada malam ulang tahunnya yang ketiga, ia ditinggal pergi oleh Ayahnya, sampai sekarang, Ayahnya tak pernah mengirimi kabar atau surat yang bisa menggugurkan kerinduannya.
Lalu pada ulang tahun saya yang keenam, entah Tuhan memberi saya hadiah apa, di hati ini seperti ada nama Putri, Putri tidak bisa hadir pada acara perayaan ulang tahun saya.
Besoknya di sekolah, wajah ibu guru tampak sendu, lalu lirih berkata "Anak-anak, mari doakan teman kita yang telah pergi tadi melam untuk selamanya".
0 Pemikiran tentang entri ini:
Posting Komentar